Asiasatunews.com, Banjarmasin – Arah baru pemberdayaan ekonomi pemuda di Kalimantan Selatan mulai terlihat jelas. Bukan dari sudut podium atau deretan kursi tamu, tetapi dari dinamika yang muncul di balik pelantikan pengurus DPW Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Kalsel di ballroom POP Hotel Banjarmasin, Kamis(3/12/2025).
Dari kejauhan, acara itu tampak layaknya seremoni resmi pada umumnya. Namun jika dicermati lebih dekat, pelantikan ini justru menunjukkan bagaimana gerakan ekonomi anak muda di Banua mulai mencari bentuk yang lebih solid, lebih terarah, dan semakin relevan dengan kebutuhan zaman.
Acara yang menghimpun pengurus, perwakilan instansi, hingga para pegiat kewirausahaan ini seakan menjadi cermin bahwa kolaborasi lintas sektor tidak lagi sekadar wacana. Ruang yang selama ini kerap dianggap formal, kini menjadi tempat bertemunya gagasan dan energi baru.
Kemitraan Jadi Kunci: FKP Diminta Menyatu dengan Arah Kebijakan Pemerintah
Dari sisi kebijakan, pesan tegas datang dari Dewan Penasehat DPW FKP Kalsel, Adam Samsuddin Noor, S.Pd., M.Pd., M.M. Ia mengingatkan bahwa organisasi pemuda tak bisa berjalan sendiri.
“FKP harus menjadi mitra strategis pemerintah. Sinergi dengan Dispora harus terus diperkuat,” tegasnya.
Adam menyoroti bahwa tantangan pemuda bukan semata mencari peluang usaha. Membangun ekosistem—dari jaringan, pendampingan, hingga inovasi—adalah langkah nyata yang akan menentukan keberlanjutan gerakan ini.
Dari kacamata internal, Ketua FKP Kalsel Arisandi Hidayatullah membawa perspektif berbeda. Ia menyampaikan bahwa perjalanan organisasi selama setahun terakhir lebih banyak bertumpu pada satu hal: gotong royong.
Pasar murah, seminar kewirausahaan, hingga berbagai program pembinaan pemuda terlaksana dengan dana swadaya anggota.
“Tidak ada saldo organisasi, tapi kegiatan jalan terus. Dan hari ini Dispora mendampingi. Ini bentuk dukungan yang sangat berarti,” ujarnya.
Arisandi juga mengangkat isu krusial seperti tingginya angka pengangguran pemuda, termasuk sarjana yang belum terserap dunia kerja.
“Pemuda butuh ruang untuk naik kelas. FKP harus hadir sebagai jawaban,” katanya mantap.
Agenda strategis FKP ke depan pun mengerucut: meningkatkan keterampilan, membuka akses pasar, dan memperkuat kapasitas bisnis UMKM binaan agar kompetitif.
Pesan Pemerintah: Pemuda Harus Jadi Pencipta Kesempatan
Dari perspektif pemerintah provinsi, sambutan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dr. Ir. Miftaul Chiar, ST., MT., membawa sudut pandang makro. Ia menegaskan bahwa perubahan ekonomi yang cepat menuntut pemuda tidak sekadar siap bekerja, tetapi juga siap menciptakan pekerjaan.
“FKP harus menjadi ruang lahirnya anak muda yang berani berinovasi dan memanfaatkan potensi lokal,” ucapnya mewakili Gubernur Kalsel.
Ia menegaskan bahwa Pemprov terus memperkuat ekosistem kewirausahaan, tetapi keberhasilan program itu tak akan maksimal tanpa keterlibatan komunitas pemuda seperti FKP.
Jika dilihat dari keseluruhan rangkaian, pelantikan pengurus FKP Kalsel bukan sekadar pergantian struktur. Ia menjadi penanda bahwa penguatan ekonomi pemuda kini memasuki fase baru yang lebih partisipatif, lebih kolaboratif, dan lebih dibutuhkan.
Dengan dukungan pemerintah, energi komunitas, dan semangat wirausaha anak muda, FKP Kalsel diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang memberi dampak nyata bagi Banua. (M.Reza)










