Asiasatunews.com, Kotabaru – Memasuki awal 2026, Pemerintah Kabupaten Kotabaru kembali menguatkan komitmen pembangunan berbasis pelayanan publik. Arah kebijakan daerah ditegaskan tetap bertumpu pada tiga sektor strategis — kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur — yang dipandang sebagai fondasi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Sekretaris Daerah Kotabaru, H. Eka Saprudin, mengatakan sektor kesehatan masih ditempatkan sebagai prioritas utama. Pembangunan lanjutan Rumah Sakit Stagen menjadi salah satu program yang terus dipercepat untuk memperkuat kapasitas layanan rujukan di wilayah kepulauan dan daratan.
“Pelayanan kesehatan terus kami optimalkan. Pembangunan lanjutan Rumah Sakit Stagen menjadi salah satu program prioritas yang sedang kami dorong,” ujar Eka, Senin (5/1/2026).
Di bidang pendidikan, pemerintah daerah melanjutkan agenda penguatan sumber daya manusia. Program beasiswa, bantuan seragam sekolah, hingga pengembangan PSDKU Universitas Lambung Mangkurat di Kotabaru kembali dipertahankan sebagai instrumen perluasan akses pendidikan tinggi bagi warga daerah.
Menurut Eka, seluruh langkah pembangunan tetap mengacu pada visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru. Program yang telah berjalan sejak 2025 dilanjutkan pada 2026 untuk menjaga kesinambungan arah kebijakan, khususnya pada peningkatan kualitas layanan publik.
Seiring perubahan pola layanan di era digital, Pemkab Kotabaru juga mempercepat transformasi administrasi berbasis teknologi. Sejumlah SKPD mulai mengadopsi aplikasi pelayanan publik dan sistem pembayaran non-tunai QRIS sebagai upaya mendorong transparansi serta efisiensi.
“Kami mendorong semakin banyak SKPD memanfaatkan sistem digital agar pelayanan lebih efisien, transparan, dan mudah diakses masyarakat,” tambahnya.
Tak hanya itu, kolaborasi lintas sektor dan kemitraan dengan dunia usaha turut ditekankan sebagai prasyarat keberlanjutan pembangunan daerah. Pemerintah juga membuka ruang partisipasi publik dalam proses evaluasi layanan.
Eka mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas umum sekaligus menyampaikan masukan terhadap kinerja pelayanan pemerintah.
“Masukan dari masyarakat sangat penting untuk perbaikan pelayanan ke depan,” tutupnya.










