Asiasatunews.com, Kotabaru – Menjelang penyaluran bantuan pangan semester II 2026, Bulog Kotabaru bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) melakukan pemeriksaan kualitas beras di Gudang Bulog Kantor Cabang Kotabaru, Selasa (4/8/2026).
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan 22.600 keluarga penerima di seluruh Kabupaten Kotabaru mendapatkan beras yang layak konsumsi.
Langkah ini menjadi bentuk nyata komitmen, bahwa setiap butir beras yang disalurkan harus sampai dalam kondisi terbaik.
Kepala Bulog Kotabaru, Moch. Faizal, menegaskan pemeriksaan bukan sekadar prosedur. Ini adalah tanggung jawab.
“Kami memastikan kualitasnya terlebih dahulu. Standar medium, beras bagus, dan layak konsumsi. Karena yang kami distribusikan ini bukan hanya beras, melainkan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Adapun dari Hasil pemeriksaan menyatakan beras memenuhi standar medium dan layak konsumsi. Dan Sebanyak 680 ton telah disiapkan untuk penyaluran selama 3 bulan di semester II 2026.
Berbeda dengan bantuan pangan semester I yang disalurkan sebelumnya berupa beras dan minyak goreng KITA, untuk semester II bantuan hanya berupa beras 10 kg per alokasi. Distribusi akan menjangkau seluruh desa di Kabupaten Kotabaru. Saat ini Bulog masih menunggu penetapan data final BNBA dan BNBI dari Bappenas.
Faizal juga membuka akses pengaduan. Sebagai komoditas yang dinamis, kualitas beras bisa berubah dalam perjalanan.
“Jika saat diterima ditemukan kualitas yang tidak sesuai, segera hubungi tim kami. Bulog Kotabaru siap melakukan penggantian. Dengan catatan, laporan disampaikan tidak terlalu lama agar mudah kami telusuri,” jelasnya.
Senada disampaikan Sekretaris DKPP Kotabaru, Ir. Kadriannur, mewakili Kepala Dinas Ir. Sarawani, S.Pi, MP.
“Hasil pemeriksaan bersama menunjukkan beras medium dan layak. Kami bersama Bulog berkomitmen penuh mengawal mutu dari gudang hingga sampai ke penerima,” ungkapnya.
Bagi pemerintah, program ini adalah upaya menjaga stabilitas pangan dan daya beli masyarakat. Bagi warga, ini adalah wujud kehadiran negara.
“Angka 680 ton dan 22.600 KPM penting. Tapi yang lebih utama adalah rasa aman. Masyarakat berhak menerima pangan yang layak, tepat waktu, dan tepat sasaran. Itulah yang kami jaga bersama,” pungkasnya.










