Perkuat Kolaborasi, PWI Tanah Bumbu dan Kejaksaan Negeri Jalin Sinergi Melalui Silaturahmi Media

Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu Dinar Kripsiaji (kiri) berfoto bersama Ketua PWI Tanah Bumbu Slamet Riadi usai audiensi di ruang kerja Kajari, Kompleks Perkantoran Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin. Selasa (12/8/2025)
Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu Dinar Kripsiaji (kiri) berfoto bersama Ketua PWI Tanah Bumbu Slamet Riadi usai audiensi di ruang kerja Kajari, Kompleks Perkantoran Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin. Selasa (12/8/2025)

Asiasatunews.com, Batulicin – Dalam rangka mempererat hubungan dan meningkatkan sinergi antara insan pers dan institusi penegak hukum, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tanah Bumbu melakukan audiensi dengan Kejaksaan Negeri, Selasa (12/8) bertempat di ruang Kajari perkantoran  gunung tinggi, Kecamatan Batulicin.

PWI Tanah Bumbu dipimpin langsung Slamet Riadi didampingi Wakil Ketua Bidang Pendidikan, Puja Mandela, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Man Hidayat dan 12 anggota PWI Tanah Bumbu ikut serta dalam audiensi tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanah Bumbu, Dinar Kripsiaji, menyambut baik kedatangan para jurnalis dari organisasi PWI Tanbu. Ia didampingi oleh tiga pejabat; Kasi Intelijen Wazir Iman, Kasi Datun, Ribut P, dan
Kasubagbin, Mauritz Max William.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tanah Bumbu Slamet Riadi atau kerap di sapa Bang Yadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak kejaksaan sudah menerima silaturahmi tersebut dengan baik.

“Terima kasih, Pak Kajari, telah menerima kami dengan baik,” ucapnya seraya memperkenalkan satu per satu pengurus dan anggota PWI Tanah Bumbu.

Ketua PWI Tanah Bumbu Slamet Riadi bersama pengurus dan anggota berfoto bersama Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu Dinar Kripsiaji beserta jajaran usai audiensi di ruang kerja Kajari, Kompleks Perkantoran Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin.
Ketua PWI Tanah Bumbu Slamet Riadi bersama pengurus dan anggota berfoto bersama Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu Dinar Kripsiaji beserta jajaran usai audiensi di ruang kerja Kajari, Kompleks Perkantoran Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin.

Sinergi Membangun Ekosistem Pers dalam kontek silaturahmi dan Audensi tersebut, Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Tanah Bumbu, Puja Mandela, menyampaikan bahwa organisasi pers yang berdiri pada 9 Februari 1946 itu memiliki sejumlah peran, selain untuk menjaga integritas dan kemerdekaan pers, juga untuk membangun ekosistem pers yang sehat.

“Kehadiran PWI Tanah Bumbu, selain menjadi wadah berkumpulnya para wartawan, juga untuk membuat ekosistem pers menjadi lebih sehat. Sebab sekarang semua orang bisa mengeklaim dirinya wartawan. Hari ini bikin media online, besok jadi wartawan. Apakah seperti itu? Sebenarnya, ‘kan tidak,” jelasnya

Baca Juga  Pemkab Tanbu Kembali Ukir Prestasi dalam Pengelolaan Keuangan Desa

Dalam hal ini, lanjut dia, pihaknya memiliki sejumlah program prioritas untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) para jurnalis, khususnya anggota PWI Tanah Bumbu. Misalnya, seperti sekolah jurnalistik, uji kompetensi wartawan, dan memperkenalkan jurnalisme kepada masyarakat yang lebih luas.

“Kami ingin memastikan bahwa anggota PWI adalah para wartawan yang memang teruji kompetensinya dan terus belajar untuk meningkatkan skill-nya,” katanya

Selain menggelar audiensi dengan berbagai pihak, PWI Tanah Bumbu periode 2025-2028 juga sudah merencanakan berbagai program prioritas. Yang paling dekat  program akan dilaksanakan adalah Kemah Jurnalistik. Kegiatan itu rencananya akan digelar akhir Agustus 2025.

Pada kesempatan ini, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Man Hidayat, menyampaikan PWI Tanah Bumbu siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu.

“Kalau misalnya pihak kejaksaan mau memberikan materi terkait bahaya narkoba atau judi online, nanti kita siapkan waktunya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu, Dinar Kripsiaji, memberikan apresiasi yang besar pada insan pers yang bertamu ke kantornya dan diterima di ruang kerjanya.

“Saya kira sinergi antara PWI dan kejaksaan sangat penting. Kami sangat terbuka dan siap bersinergi,” tegasnya.

Dinar ternyata bukan orang yang asing dengan dunia jurnalistik. Dia kemudian bercerita pengalaman masa lalunya saat menjadi anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) pada era sebelum reformasi.

“Saya juga pernah jadi anggota LPM saat mahasiswa. Pernah ikut meliput demonstrasi di era sebelum reformasi,” katanya.