Jumat, 30 September 2022

Pemkab Tanbu Gandeng Polres, Lakukan Monitoring Minyak Goreng Disejumlah Gudang Distributor

2 min read
28 Februari 2022
 
Asiasatunews.com, Batulicin
– Pantau kelangkaan minyak goreng, Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMP2) Tanah Bumbu bersama Bagian Ekonomi dan SDA Setda, dan Polres Tanbu melakukan monitoring keberadaan minyak goreng ke gudang yang menjadi distributor pengadaan minyak goreng sesuai Permendag Nomor 6 Tahun 2022 khusus dalam wilayah Tanah Bumbu, Jumat (25/2/2022).
 
Menjadi sasaran utama yang didatangi adalah Gudang distributor  PT. Obor Baru Hidup dan PT. Sinar Sukses Sejahtera.
 
Terlihat kondisi minyak goreng di gudang itu saat ini masih kosong, kemungkinan 1 atau 2 hari kedepan pasokan minyak goreng untuk PT. Sinar Sukses Sejahtera akan datang sesuai jadwal yang ada.
 
Sedangkan untuk PT. Obor Baru Maju saat ini juga masih kosong dan sesuai jadwal beberapa hari kedepan minyak goreng juga sudah ada.
 
Untuk menyikapi kondisi keterbatasan peredaran minyak goreng di Tanah Bumbu, menurut Kepala DKUMP2 Tanbu, H. Deny Harianto rencananya beberapa hari kedepan Dinas KUMP2 kembali bekerjasama dengan PT. Sime Darby Oil untuk melakukan operasi pasar minyak goreng ke beberapa Desa.
 
Diharapkan operasi pasar ini akan tetap berlangsung terus sehingga dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan minyak goreng sesuai harga yang diatur oleh Pemerintah.
 
Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan pabrikan (Wilmar) bahwa mereka siap bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk berpartisipasi dalam kegiatan operasi pasar/pasar murah bila nanti diselenggarakan.
 
Sementara itu dalam monitoring disempatkan juga menyasar ke beberapa Distributor lainnya yang selama ini bertindak sebagai pemasok minyak goreng di Tanah Bumbu. Namun semua gudang mereka juga dalam kondisi kosong.
 
Lebih lanjut H. Deny berharap kondisi ini segera terlewati, apalagi dalam menjelang HBKN ( bulan ramadhan) dimana kebutuhan masyarakat akan minyak goreng sangat meningkat.
 
Deny mnghimbau kepada masyarakat tidak melakukan pembelian yang berlebihan (panic buying) sehingga harga bisa terkontrol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Arsip

Statistik

  • 0
  • 12
  • 7
  • 18.072
  • 10.820

You may have missed