Senin, 21 November 2022

Keberadaan Pabrik Smelter Nikel Tanbu, Nantinya Bakal Menyerap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

2 min read
26 Juli 2022
 
Asiasatunews.com, Batulicin
– PT Anugerah Barokah Cakrawala (ABC) bangun smelter nikel dengan kapasitas 40.000 ton per tahun mulai di bangun hari ini, pembangunannya ditandai dengan pemencetan tombol sirene sekaligus pemancangan tiang pabrik  menggunakan mesin tundem roller,  Senin (25/7/2022) siang.
 
Pembangunan Smelter Ground Breaking itu berlokasi dalam wilayah Desa Sungai Dua, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.
 
Untuk lahan smelter nikel PT ABC itu dibangun di atas lahan seluas 329 hektare, yang masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) milik PT Jhonlin Group.
 
Terkait pembangunan ini, CEO Jhonlin Group Ghimoyo kepada awak media menyampaikan, smelter nikel tersebut diutamakan menyerap tenaga pekerja lokal kurang lebih 1.200 orang.
 
“Pabrik kita bangun di Tanah Bumbu, dan bahan baku atau ore nikel akan kita datangkan dari dalam negeri seperti Sulawesi, Kalimantan dan dari luar negeri dari Australia. Ore nikel itu nantinya akan diolah di smelter PT ABC menjadi baterai,” jelasnya.
 
Ghimoyo menambahkan, nilai investasi pembangunan smelter nikel PT ABC ini menelan biaya sebesar Rp 6 triliun lebih. “In syaa Allah, pembangunan pabrik yang mulai digarap ini diperkiraka selesai dalam jangka waktu 12 sampai 18 bulan ke depan,” ucapnya.
 
Jika smelter nikel PT ABC selesai terbangun, lanjutnya, maka akan melengkapi sejumlah fasilitas industri lainnya yang sudah berdiri terlebih dulu. Seperti pabrik biodiesel kapasitas 1.500 TPD, pabrik migor berkapasitas 250 TPD, Conveyor Crusher Plant 36 juta/tahun, jetty container dan HSD storage tank 6 X 5.000 MT.
 
Selain fasilitas yang telah disebutkan, Ghimoyo juga memastikan jika sejumlah fasilitas dan pabrik lainnya juga tengah berproses pembangunannya. Antara lain, pabrik kemasan plastik, areal pergudangan, areal konsesi pelabuhan, pabrik plywood, water treatment plant, container yard dan power plant 200 megawatt.
 
“Kalau pabrik smelter ini menyerap 1.200 tenaga kerja, tentunya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ini tak kurang menyerap 10.000 tenaga kerja,” sebutnya.
 
Ghimoyo yakin, dengan terbangunnya belasan pabrik industri di KEK ini, tentunya daerah Tanah Bumbu ke depan semakin maju, dan masyarakat setempat juga bisa sejahtera.
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Statistik

  • 0
  • 8
  • 8
  • 19.050
  • 11.363

You may have missed