Minggu, 28 November 2021

Bupati Zairullah Apresiasi Peresmian Pabrik Biodiesel PT JAR Oleh Presiden Jokowi

3 min read
21 Oktober 2021
 
Asiasatunews.com, Batulicin
–  Pabrik Biodiesel B30 milik perusahaan PT Jhonlin Agro Raya (JAR) yang berada di wilayah desa sungai dua, Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu di resmikan Presiden RI Ir H Joko Widodo, kamis (21/10/2021) pagi.
 
Setelah diresmikan Presiden, pabrik Biodiesel B30 yang menampung karayawan sebanyak 2.320 orang tersebut segera beroperasi dan berproduksi hingga 1500 ton perhari.
 
Pada peresmian pabrik Biodiesel oleh Presiden, turit hadir Menteri Kabinet Indonesia Maju jilid II, yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, Bupati Tanah Bumbu H.M Zairullah Azhar beserta Wakilnya M Rusli serta Owner PT Jhonlin Group H Andi Syamsudin Arsyad.
 
Dalam sambutannya, Presiden RI Joko Widodo mengatakan, bahwa keberadaan pabrik Biodiesel yang diresmikan pada hari ini, merupakan suatu keberhasilan Indonesia dalam mendorong perkembangan industri dalam Negeri, agar kita tidak lagi mengirim bahan baku mentah CPO ke Negara lain.
 
Saya berharap, kedepan perusahaan Biodiesel PT JAR dapat mengembangkan industrinya, dari B30 akan menjadi B50, agar industri yang terbaru bisa lebih diperbaharui lagi, ungkap Presiden.
 
Kemudian Presiden Joko Widodo menegaskan, betapa pentingnya hilirisasi dan industrialisasi kelapa sawit untuk dilakukan di Tanah Air mengingat potensinya yang sangat besar. Menurutnya potensi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang dimiliki Indonesia mencapai 52 juta ton per tahun, sehingga harus dimanfaatkan  dengan sebaik baiknya.
 
Adapun,Hilirisasi, industrialisasi harus dilakukan dan harus kita paksa untuk dilakukan,” tegas Presiden Jokowi saat meresmikan pabrik biodiesel milik PT Jhonlin Agro Raya (JAR) di Kabupaten Tanah Bumbu.
 
Presiden menjelaskan bahwa memperkuat industri biodiesel merupakan pilihan yang sangat strategis di masa mendatang dalam rangka meningkatkan ketahanan energi nasional serta menekan besarnya defisit neraca perdagangan akibat impor solar.
 
“Artinya kalau kita sudah bisa memproduksi sendiri biodiesel di sini dijadikan campuran menjadi solar, impor kita juga akan turun drastis. Sehingga ini catatan saya di tahun 2020 menghemat devisa sebesar Rp38 triliun, diperkirakan di tahun 2021 akan menghemat devisa sebesar Rp56 triliun,” beber Presiden.
 
Selain itu, pembangunan pabrik biodiesel tersebut juga diyakini akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan, menjaga stabilisasi harga minyak sawit mentah (CPO), dan membantu meningkatkan kualitas lingkungan melalui kontribusi pengurangan emisi gas rumah kaca, tegasnya.
 
Terpisah, Chief Excecutive Officer (CEO) PT Jhonlin Agro Raya (JAR) Gimoyo menyampaikan, bahwa lahan seluas 760 hektar yang ada di wilayah kawasan industri PT Jhonlin Group, hingga akhir tahun 2023 mendatang sudah berdiri 12 usaha industri.
 
Dengan adanya sejumlah pabrik dan industri yang berdiri di daerah kita ini, tentunya dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat Tanah Bumbu, ucapnya.
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Arsip

Statistik

  • 0
  • 4
  • 2
  • 12.466
  • 7.780

You may have missed